1. Besi Beton

               Besi Beton atau dalam Bahasa inggris concrete steel atau rebar adalah besi ramping yang digunakan sebagai rangka beton, agar beton menjadi lebih kuat dan tidak mudah
berubah bentuk. Sebelum digunakan sebagai rangka, besi beton dirangkai dengan cara disambung besi beton lainnya menggunakan kawat. Setelah itu rangka ini ditempatkan dengan cara mengambang, agar nantinya jika campuran beton dituang rangka beton berada di bagian tengah beton.

Besi beton memiliki beberapa macam ketebalan / diameter mulai dari 6mm sampai 25mm. Sebutan lain untuk besi beton ialah beton bertulang. Besi beton tulangan pada
prinsipnya mempunyai dua bentuk yaitu beton ulir dan besi beton polos. Masing-masing juga disebut dengan plain bar dan deformed bar. 
Besi beton mengandung komposisi kimia mulai dari Carbon, Shulpur, Phosphorus dan biji besi. Kekerasan material ini sangat tinggi, sehingga kekuatan tariknya juga tinggi. Oleh karena itu besi beton sering digunakan sebagai tulang dalam membuat dinding cor.

Jenis Besi Beton :

1.      Besi Beton Polos (Plain bar) 

       Besi polos lebih jarang digunakan daripada besi ulir. Besi polos lebih banyak digunakan untuk membungkus besi ulir yang digunakan sebagai tulangan beton yang dipasang memanjang. Besi polos memiliki ketahanan tekan minimal 240 Mpa.  Besi polos mendominasi permintaan besi beton di pasaran, dengan jumlah sekitar 60%. Besi polos dapat dijumpai di pasar eceran (retail). Besi ulir umumnya dipasarkan distributor besar kepada para kontraktor, dengan penjualan dalam volume besar. Besi ulir harganya lebih mahal daripada besi polos karenan kekuatan dan ketahanannya. Pemasangan besi ulir juga lebih sulit daripada besi polos karena susah dibengkokkan.

2.      Besi Beton Ulir / Spiral (Deformed bar)

       Besi ulir umum digunakan sebagai tulangan beton dibandingkan besi polos. Besi ulir diberikan ulir melalui proses rol pada permukaannya sehingga memiliki ikatan yang lebih baik antara tulangan dan beton. Bentuk ulir ini meningkatkan daya lekat sehingga menahan gerakan dari batang terhadap beton. Besi ulir memiliki ketahanan tekan minimal 400 Mpa.

previous arrow
next arrow
Slider

Kegunaan Besi Beton :

1.      Memberikan pondasi pada setiap bangunan

2.      Berfungsi sebagai rangka utama untuk menyusun bangunan

3.      Memberikan daya lekat bagi struktur bangunan dan lain-lain

 

SNI Besi Beton

Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah  satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia. Besi Beton SNI memiliki standar kekuatan tertentu. Besi beton polos standar kekuatan nya sering disebut sebagai BJTP 24, sedangkan untuk besi beton ulir standar kekuatannya bertingkat mulai dari BJTS 35 dan 40. Besi beton adalah salah satu produk yang beredar di pasar yang memiliki toleransi dalam dimensi. Artinya ada selisih marking diameter antara besi beton yang beredar dengan diameter besi beton real. Besi Beton SNI memiliki toleransi ukuran +-0,2 mm dari marking diameter. Khusus untuk bangunan gedung bertingkat tinggi, besi beton digunakan untuk struktur kolom, balok, dinding, plat, besi poer dan sloof. Selain fungsi besi beton yang sangat banyak tersebut terdapat juga kelebihan dari besi beton antara lain:

1.  Memiliki kuat tekan yang relatif lebih tinggi dibandingkan kebanyakan bahan lain.

2.  Memiliki ketahan yang tinggi terhadap api dan air.

3.  Struktur beton bertulang sangat kokoh.

4.  Tidak memerlukan biaya pemeliharaan yang tinggi.

5.  Memiliki usia yang sangat panjang.

6.  Merupakan satu – satunya bahan yang ekonomis untuk pondasi tapak, dinding basement, tiang tumpuan jembatan, dan bangunan semacam itu lainnya.

7.  Keahlian buruh yang dibutuhkan untuk membangun konstruksi beton bertulang lebih rendah bila dibandingkan dengan bahan lain seperti baja struktur.

 

Cara Pengukuran Besi Beton :

 D  x  L

D = Diameter (mm)

L = Long / Panjang (m)

Contoh : 8 mm x 12 m